Sekolah Islam Al-Bayyinah Makassar Profil Sekolah  ·  Pendaftaran Murid Baru
Logo Al-Bayyinah Kabar Al-Bayyinah Merekam yang dikerjakan, bukan yang dijanjikan
Al Bayyinah Hijau

Daun Miana: Cantik di Taman, Ampuh untuk Kesehatan

Satu tanaman, dua peran: hiasan taman yang mencolok sekaligus obat luar tradisional. Sekerabat dengan kemangi dan mint.

A Al Bayyinah Hijau SMP/SMA Islam Al Bayyinah Makassar
· 2 menit baca

Deskripsi Umum

Daun miana, juga dikenal sebagai coleus atau jati cina hias, adalah tanaman hias sekaligus tanaman obat yang berasal dari Asia Tenggara dan Pasifik. Tanaman ini termasuk dalam famili Lamiaceae, sama seperti kemangi dan mint.

Tanaman ini dikenal karena daunnya yang berwarna cerah dan bervariasi, seperti ungu, hijau, merah marun, dan kuning, sering kali dengan kombinasi motif mencolok. Bentuk daunnya oval bergerigi dengan tekstur agak tebal dan berbulu halus. Tanaman ini tumbuh sebagai semak tegak atau merambat dengan tinggi 30–90 cm.

Klasifikasi Ilmiah

TaksonomiKeterangan
KingdomPlantae
SubkingdomTracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super DivisiSpermatophyta (tumbuhan berbiji)
DivisiMagnoliophyta (tumbuhan berbunga)
KelasMagnoliopsida (dikotil)
OrdoLamiales
FamiliLamiaceae
GenusPlectranthus
SpesiesPlectranthus scutellarioides (L.) R.Br.

Nama Lain

  • Nama ilmiah: Plectranthus scutellarioides (juga dikenal sebagai Coleus blumei atau Solenostemon scutellarioides)
  • Nama lokal di Indonesia: daun iler, iler merah, jawer kotok, ati-ati
  • Nama Inggris: coleus, painted nettle

Kandungan Kimia

  • Alkaloid
  • Flavonoid
  • Tanin
  • Saponin
  • Minyak atsiri
  • Antosianin — memberi warna khas pada daun dan bersifat antioksidan

Manfaat Kesehatan

Dalam pengobatan tradisional, daun miana digunakan untuk:

  • Obat bisul dan luka luar — daun ditumbuk dan ditempelkan.
  • Mengatasi peradangan kulit.
  • Meredakan batuk dan radang tenggorokan (melalui rebusan daunnya).
  • Obat wasir (ambeien).
  • Mengatasi gangguan menstruasi dan keputihan.

Penggunaan secara topikal maupun sebagai ramuan minum umumnya dilakukan secara tradisional.

Efek Samping dan Perhatian

Penggunaan daun miana secara eksternal relatif aman. Namun, konsumsi oral sebaiknya tidak dilakukan berlebihan karena belum banyak uji klinis. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaannya tanpa konsultasi medis.


Referensi

  1. Moeljono, D. (2004). Tumbuhan Obat di Sekitar Kita. Jakarta: Trubus Agriwidya.
  2. Zakaria, M. (2007). Traditional Malay Medicinal Plants. Kuala Lumpur: ITBM.
  3. Suharmiati, dkk. (2013). Potensi Daun Miana Sebagai Antiradang. Jurnal Kesehatan, 4(2), 55–60.

Tema dalam tulisan ini

Bagikan: WhatsApp

Bacaan terkait